Jumat, 09 Mei 2014

Masih tentang LDR

Hallow guys, udah lama juga gak nge-blog nih haha. Kali ini bahasannya masih tetap sama, yaitu tentang LDR. Ngomongin soal LDR atau hubungan jarak jauh pasti bersangkut paut dengan jarangnya bertemu dengan sang kekasih. Emang bener sih, saat kangen otomatis pengen ketemu tapi jauh, susah, dan akhirnya galau sendiri. Pengen cerita ini itu cuma bisa lewat telepon/sms/bbm doang, itupun kalo si doi gak sibuk u,u
Banyak juga yang beranggapan bahwa LDR itu identik dengan "berantem" dan "selingkuh" , hmmm emang bener sih *eh gak juga sih. Soal berantem atau nggak dan soal selingkuh atau nggaknya sih itu tergantung dari pribadi kita masing-masing yang menjalankan, sedewasa apa kita bisa menyikapi keadaan yang ada. Orang-orang yang gak LDR juga tidak menjamin untuk gak berantem, untuk gak selingkuh, bener gak guys?
Segala sesuatu yang terjadi itu menurut akusih tentang adanya "ke-mau atau ke-tidakmau-an", bukan karena bisa atau nggaknya. Masalah satu-satunya dalam LDR itu adalah JARAK !!!

By the way, sampe saat ini aku masih setia dengan LDR. Udah sekitar 8 bulanan aku dengan doi menjalani LDR. Awal-awal sih masih baik-baik aja, masih manis tapi makin sini jadi berasa beda, entah emang mungkin karena hubungan yang dijalani udah lama juga. Kadang sih aku kangen suasana kita yang dulu, apalagi pas PDKT haha. Dulu tiap aku pulang pasti malemnya langsung ketemu, tapi sekarang jarang. Dan rasanya udah pulang juga masih tetep aja susah buat ketemu. Entah karena dia nya sibuk dengan kegiatan sekolahnya atau...... entahlah.
Dalam hubungan, apalagi jarak jauh seperti ini, wajar kalo misalkan ada sedikit rasa curiga, sedikit fikiran yang negatif, karena kita gak pernah tau apa saja yang sebenarnya terjadi di kota sana, bahkan "dalam hatinya". Aku sebagai perempuan punya rasa takut yang amat sangat tentang hubungan ini. Takut ini lah, takut itulah, bahkan rasa takut yang paling paling adalah, takut ditinggalin dan kehilangan. Beuuuh itu ngebayanginnya aja udah gak karuan banget rasanya. Sebenernya aku pribadi bukannya mau melarang atau bersikap gak percaya, aku begini karena aku pernah dikecewakan karena terlalu percaya. Dan kalau misalnya ada pilihan untuk menyerah atas hubungan ini, aku memilih untuk tidak menyerah dan tetap bertahan. Karena sudah sejauh ini dilalui oleh kita, terlalu rumit untuk menyerah dengan sederhana.

Anyway, seberapapun menyakitkannya sebuah jarak, itu gakkan terasa kalo kita ikhlas. Jarak itu gakkan jadi sebuah masalah yang besar jika kita mencintai dan menyayangi pasangan kita dengan tidak main-main.
Dan pada akhirnya aku percaya, jarak bukanlah sesuatu yang menakutkan. jarakjustru membuatku merasakan bagaimana arti merindu dan dirindukan.

-Kaniaf-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar